Google

Senin, Oktober 08, 2007

Sehari Di Sindang Barang

Entah dalam zahirku kini
Lebur semua gumpalan dihati
Larut setelah kuberdiri disini
Menjadi arti yang kan kubawa mati

Entah kemana fikir kini
Terbang ......
Menembus alam kemarin pagi
Sibak kenangan pada senja ini
Benarlah ! Ma cepat berlalu ini

Dibawah luapan batin nan terisi
Yang berikan daku sehari
Yang takkan terlukis oleh syair maupun puisi
.....................................................
Ketenangan bisik diriku pasti
Ah ...... kutinggal semua ini kini

Pencarian Tak Henti

Ku berjalan di sahara tak bertepi
Kering dan tandus mengawal diri
Sedang angin terus berhembus
Membawa dahaga ......
Sedang awan tak henti di pandangan mata

Pencarian tak henti
Mengikis nafas menyiksa hati

Ku berjalan ditelan pasir-pasir panas
Ku hindar hilangkan semua
Namun ku semakin mati rasa
Dan awan berarak menghibur lagi
Sedang jalan ini belum kumengerti
Sedang kian tersesat daku ini
Di sahara tak bertepi......

Kutanya Padamu

Kutanya padamu lewat alunan ini
Adakah daku punya diri masih punya arti
Sedang nurani merebah ......
Membenam bumi dan enggan kembali

Kutanya padamu lewat alunan ini
Adakah pintu jannah masih terbuka
Sedang sampah fikir mengiring langkahku semua
Kucoba berucap zikir
Terbang melayang hampakan dada

Kutanya padamu lewat alunan ini
Adakah Engkau masih kan berhembus
Memberi sejuk dan menderu nafsu
Membawa daku menuju syafaatmu
Atau sedikitpun tidak!
Sedang daku masih menunggu

Akukan berlari sungguh
Menuju syafaatmu
Walau iblis menyapu
Walau tak mampu fikirku ......

Minggu, Oktober 07, 2007

Disini Kumenangis

Kepayahan menyapa ......
Ucapkan keletihan dalam mencari makna
Setelah daku dipeluk titian dosa
Membawa hitamnya nyanyian jiwa

Dan......
Kubawa rasa
Kuketuk penjuru pintu Allah wajalla
Hingga tersandar daku
.................................................................

Disini ......
lagi daku panjatkan doa kudusku
Didepan pintu jannah-Mu
Kini ......
Dan kini hingga hatiku
Sampai bila ?
Bila sampai kuhembuskan nada, ciuman dunia

Kuda Binal

Membumbung asap......
Dari deru kuda binal
Merebut rasa dan membawa gumpalan pesona
membuatku terpana

Kucari asap
Kukejar kuda itu
Walau cobaan menghantu
Walau terlempar daku
Kusingkirkan semua itu

Kucari rasa
Kubawa pesona dari hatiku yang mencinta
Biar tersapu deru
daku......

Kamis, Oktober 04, 2007

Lepas

Kini kutinggal rasa
Kusimpan nama yang mengukir mata
Dan kutelan waktu yang menusuk jiwa

Kini kulepas daunan cinta
Meranggas......
Semeranggas daunan jati dan pala
Dan kubiarkan layu bunga cinta
Kubiarkan......
Durinya matikan rasa

Kurenung dalam angan dan sisa cinta
Bersama pohonan kelapa kuberdiri
Bersama senja kumenari
Dan berdongeng......
Alunan duka lara

Selasa, Oktober 02, 2007

Dalam Ruang

Dalam ruang
Hening membisik telinga
Yang membawa alam sesak
Kering......Panas krontang

Dalam ruang
Aku goyah oleh galau yang tak kucipta
Aku tersudut oleh kata yang mencela
Pada angin kuhembus galauan jiwa
Pada ruang kusingkir gemuruh sukma

Hanya pada ruang sepi menusuk jendela
Padanya kutanya tepisan semua
Debu gemetar...... Angin menjalar
Dan ruang mati, makin mati mati
Hingga diam membahak
Memilah dinding dan tertawa